Rumah Kedua Keluarga Y
Rumah kedua sekaligus tempat liburan dan berkumpul bersama keluarga besar


Rumah ini terletak di dalam area pemukiman di kota Maros, dekat dari Bandara dan Masjid Raya. Bagian depan rumah adalah lapangan, bagian belakang merupakan hamparan sawah luas. Di bagian kanan dan kiri telah terbangun rumah tetangga dengan ukuran lahan hampir sama luasnya: 200 meter persegi.








Area depan diperuntukkan utamanya untuk parkiran dan bisa difungsikan sebagai area aktivitas fisik. Lantai carport ditutupi paving berpori untuk menyerap air hujan dan dapat ditumbuhi rumput, menampilkan kesan alamiah. Rumah ini memiliki satu akses utama di bagian depan serta lorong sebagai jalur sirkulasi udara dan kebutuhan lainnya.


Pintu utama merupakan batas antara area publik dan area privasi keluarga. Setelah membuka pintu, pemilik langsung disuguhkan pemandangan taman pribadi, koridor menuju taman belakang, ruang makan, dan ruang keluarga yang lega, terbuka, dan memancarkan suasana karib. Sirkulasi udara dan pencahayaan natural penuh membuat rumah istimewa ini hemat energi. Matahari akan menyinari rumah sepanjang hari dengan area teduhan yang luas, sehingga udara selalu terasa segar, pandangan luas, dan keluarga memiliki ruang interaksi tak terbatas.














Rumah kedua bagi keluarga ini didesain khusus sebagai tempat kumpul yang hangat, penuh privasi dari luar, tetapi sangat terbuka dan hangat dari dalam. Terdapat batas yang jelas antara ruang publik, ruang interaksi keluarga, dan privasi pribadi antar penghuni. Jendela dan bukaan di hampir semua sudut meminimalisir penggunaan listrik untuk lampu dan penyejuk ruangan. Hunian ini sangat hemat energi.


Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur menyatu dalam satu layout, menjadikan aktivitas di dalamnya terintegrasi, interaksi antar anggota keluarga menjadi lebih hangat. Pintu sebelah kiri menuju 2 kamar tidur.
Dapur juga mengusung konsep terbuka, sehingga tidak memerangkap asap dan bebauan. Terdapat jendela besar di sisi belakang, untuk menikmati pemadangan sambil bersantap.
Jendela besar ini ditutupi kaca kokoh dan dapat dibuka saat ada seseorang yang duduk bersantai di balik jendela. Ya, bingkai bawah jendela juga berfungsi sebagai kursi tambahan. Sudut yang nyaman untuk menikmati kopi, membaca, atau sekadang berkontemplasi. Saat jendela dibuka, akan tercipta jalur komunikasi dari orang di dalam rumah dan orang yang sedang berada di taman belakang.
Koridor berlantai kayu menuju taman belakang. Instalasi roster dan lantai berpori di sudut taman dapat difungsikan sebagai area mencuci dan berwudhu. Di bawahnya, terdapat tangki penampungan air hujan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Taman belakang menjadi area bersantai yang lebih privat lagi bagi keluarga ini. Mereka dapat menikmati pemandangan sawah di pagi dan sore hari sambil bersantai. Terdapat pohon sebagai peneduh dan sumber oksigen segar.
Semua lantai di luar bagunan utama memakai beton porous dan keramik outdoor guna memaksimalkan serapan air, sehingga rumah ini terhindar dari genangan air yang tidak baik bagi kesehatan para penghuninya. Wiremesh di pagar pembatas belakang memberikan proteksi keamanan tinggi tanpa menghalangi pandangan.
Selain sebagai safe house, rumah ini juga didesain untuk bertumbuh. Sewaktu-waktu, pemilik dapat menambahkan lantai 2 atau menyulap taman belakang sebagai kebun bahkan kolam renang.
Pemilik rumah merupakan sosok bersahaja dan dia ingin rumahnya juga tidak tampak begitu mencolok di antara rumah lain di sekitarnya.
Selain itu, pemilik rumah tetap ingin agar rumahnya memiliki perlindungan keamanan dan privasi yang baik.
Akses masuk rumah terbagi menjadi dua, yakni akses kendaraan roda empat di sebelah kiri dan akses kendaraan roda dua juga untuk jalur keluar-masuk penghuni rumah di sebelah kanan. Ketinggian pagar cukup untuk menghalangi pandangan orang lain dari kendaraan pribadi yang diparkir di dalamnya, sekaligus tidak menimbulkan kesan angkuh.
Ruang utama yang luas dan menyatu dengan taman ini dapat dijadikan venue berkumpul bersama keluarga besar di hari-hari penting, seperti lebaran atau arisan keluarga. Tamu dapat bersantai di depan televisi, di meja makan, seolah sedang berlibur di private villa. Ruangan ini juga dapat difungsikan sebagai tempat melaksanakan ibadah berjamaah.